Tips Praktis MenjadiI Ayah yang Diidolakan

Bagi anak-anak laki-laki, figur ayah dapat menjadi model untuk mempelajari bagaimana bertingkah lagu, bersikap dan berpikir seperti seorang laki-laki serta bagaimana mengembangkan sisi maskulin anak. Biasanya anak laki-laki lebih suka meniru ayahnya. Belajar banyak hal seperti bagaimana memperlakukan perempuan, mengendalikan emosi, cara bergaul, cara mempertahankan pendapat, cara mandiri, cara bertanggung jawab, cara memimpin, dan lain-lain.

Untuk menjadi panutan bagi anak, seorang ayah perlu memiliki integritas, ketegasan dan konsisten dalam menerapkan aturan, sehingga anak tidak bingung mengenai apa yang baik dan buruk. Selain itu, sosok ayah juga dapat menjadi teladan bagaimana beperan sebagi pemimpin. Apakah ayah seorang yang demokratis, otoriter, atau permisif dalam memimpin. Sejauh mana ayah mampu memecahkan masalah-masalah keluarga dengan bijaksana, semuanya menjadi bekal dalam menumbuhkan potensi kepemimpinannya kelak.
Melihat pentingnya perran ayah dalam pembentukan karakter anak, berikut beberapa tips praktis menciptakan figure ayah yang baik bagi anak :


  • Selalu sediakan waktu untuk berinteraksi dengan anak. Walaupun hanya sebentar, sosok ayah sangat penting menumbuhkan sisi maskulinitas anak. Keterlibatan melalui permainan, pemberian pujian/dukungan, menanyakan kejadian-kejadian yang dialami anak hari itu, mendongeng, mewarna dll.

  • Sebagai yah hindari tingkah kebiasaan menghina, meremehkan, memarahi, membandingkan dan dictator karena bias menimbulkan perilaku agresif dan tidak kooperatif pada diri anak. “Itu akibatnya. Kalau kami malas belajar. Lihat tuh si Novi nggak susah disuruh belajar!”(membandingkan)

  • Jangan bersifat pasif atau acuh tak acuh pada anak. Usahakan terlibat aktif mentransfer nilai-nilai yang baik pada anak.

  • Jadilah figure idola bagi anak. Misalnya memberikan kasih saying perhatian dan sikap yang tulus, teladan perilaku yang baik, teladan kemandirian, kepemimpinan dan ketegasan, sikap adil, kepiawaian bergaul dan lain-lain

  • Jika tidak ada seorang ayah dalam rumah sehingga terjadi kekosongan figure ayah maka sang ibu harus memastikan peran pengganti bias dimainkan oleh kakek, paman, guru atau orang lain yang dianggap pantas sebagai teladan dan bias menjalin hubungan harmonis dengan anak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar